Empati merupakan salah satu faktor kesuksesan dalam bersosialisasi yang sudah dapat dikenalkan dan ditanamkan sejak dini pada diri seseorang. Tidak sedikit anak-anak sekarang masih kurang dalam berempati dan saling menghargai terhadap orang lain bahkan di usia mereka yang masih di bangku sekolah dasar. Hal ini dapat diminimalisir jika orangtua memperbaiki komunikasi dengan anak yang akan membentuk karakter baik pada diri si anak dalam pergaulannya. Seringkali dalam pergaulan, terjadi kekerasan verbal yang tidak disadari dan dilakukan oleh anak. Kekerasan verbal ini biasanya berupa perkataan yang mempermalukan bentuk tubuh seseorang yang dikenal dengan istilah body shaming. Tindakan body shaming atau menjadi korban body shaming dalam kalangan anak usia sekolah dasar dapat diminimalisir melalui orangtua yang intens dalam memberikan pengertian kepada anaknya, mengkomunikasikan bahwa hal itu tidaklah baik dan seharusnya anak bisa menghargai perbedaan tersebut atau yang dikenal dengan istilah body positivity.
Untuk itu perlu adanya sebuah edukasi kepada para orangtua bagaimana cara berkomunikasi dengan anak agar orangtua juga mudah menanamkan mindset body positivity dan anti body shaming pada anak-anak mereka. Menanamkan kedua mindset ini dapat didukung dengan diadakannya sebuah kampanye dengan tujuan mengedukasi orangtua bagaimana menanamkan nilai empati dan saling menghargai pada anak.
Milenia Aziz yang biasa dipanggil ‘ilen’, lahir dan menetap di Bogor pada tanggal 18 Januari 2000. Perempuan berdarah Minang ini merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Pada tahun 2017, memutuskan untuk melanjutkan studi di Institut Kesenian Jakarta yang terletak di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Fakultas Seni Rupa adalah fakultas yang dipilih untuk menjalani kehidupan belajarnya di masa perkuliahan. Dengan mengambil program studi DKV-Desain Grafis, ia sangat mempelajari bagaimana proses tahapan menjadi Desain Grafis.