Dieng adalah sebuah desa di kecamatan Batur kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa Dieng berjarak sekira 9 km dari ibu kota kecamatan atau 26 Km dari ibu kota Kabupaten Banjarnegara. Di bidang perekonomian Desa Dieng memiliki banyak Kios /toko dan warung makan. Karena Dieng sebagai daerah tujuan wisata. Homestay/Penginapan pun banyak yang di dirikan oleh masyarakat. Dunia pariwisata menjadi target alternative unggulan pendapatan masyarakat setelah usaha pertanian. Home industry Carica insirup, Kripik Carica, dan kripik kentang pun mulai berdiri.
Desa Dieng juga merupakan daerah tujuan wisata primadona di Provinsi Jawa Tengah tiap tahunnya kunjungan para wisatawan selalu menunjukan kenaikan yang signifikan. Disamping pemandangan alam yang begitu indah dan elok dipadu dengan benda-benda cagar budaya /peninggalan zaman purbakala. Berupa Batu kelir, tuk bimo lukar, telaga warna pengilon, gua semar,gua sumur, Dieng Plateau Theater ( Sebuah pemutaran film tentang alam dan Budaya dataran tinggi Dieng dengan durasi 25 menit), Wana /Agro wisata petak 9, Golden Sun rise Gunung Prahu, Gunung Paku waja, Wisata religi Makom syeh Ngabdullah Syelomanik dan Makom Manggolo Yudho, Makom orang Belanda. Kesenian tradisional pun tumbuh subur bagaikan Jamur dimusim Penghujan dalam rangka menyukseskan Dieng sebagai tujuan wisata seperti angguk, kuda kepang, lengger, Drum band PKK, tek-tek dan Kubro siswo serta Anak berambut Gimbal yang menjadi legenda Hidup yang semakin menambah keelokan dan keunikan Desa Dieng.
Coffee Table Book merupakan jenis buku yang berisikan foto dengan teks yang sedikit namun tidak mengurangi informasi yang ada didalamnya. Sehingga pembaca juga mendapatkan informasi yang lengkap melalui foto yang ada di dalam buku Coffee Table Book. Pembaca juga dimanjakan dengan foto yang menarik.