Saat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama hampir setahun, banyak masyarakat yang hilang pekerjaan karena di PHK. Masyarakat pun beradaptasi dengan membuka usaha UMKM terutama di bagian makanan dan minuman sebagai usaha mereka untuk mendapatkan masukan keuangan setelah di PHK. Namun menurut survey Jobstreet Indonesia baru sekitar 13% atau sekitar 8 juta pelaku usaha yang terhubung dengan market online, sementara 70% lebihnya belum terhubung karena tidak tau cara untuk memperluas bisnis mereka lebih jauh. Untuk pengumpulan data, Instrumen yang digunakan adalah pengamatan visual, kuesioner dan studi Pustaka.
Dalam perancangan ini dapat disimpulkan bahwa belum semua pemilik bisnis UMKM tau cara mempromosikan bisnis mereka yang sangat diperlukan agar mereka dapat memperbesar bisnis mereka. Hasil perancangan mampu membantu pihak pemilik UMKM di kategori makanan dan minuman untuk mengembangkan brand UMKM mereka dan meningkatkan penjualan dan pemasukan.
Media Utama: