Sembahyang merupakan kewajiban umat Hindu yang harus dilaksanakan, bertujuan untuk melakukan penghormatan kepada Dewa atau Tuhan Yang Maha Esa. Sembahyang memilik arti menyerahkan diri serta menghamba kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun, metode pembelajaran cara sembahyang umat Hindu kurang menarik minat inisiatif anak-anak karena lebih banyak teks yang diberikan. Diperlukan metode pembelajaran baru untuk belajar sembahyang yang menyenangkan dan dapat meningkatkan minat anak-anak.
Metode pembelajaran berupa animasi dua dimensi yang ringan dan menarik. Target audiens dalam perancangan animasi ini merupakan anak umat Hindu yang berusia 7 – 8 tahun. Dalam metode perancangan, penulis menggunakan metode literatur, wawancara dan observasi.
Lahir di Jakarta Barat pada tanggal 18 Juli 1997 dan menetap di Slipi, Jakarta Barat. Pada tahun 2016 memutuskan ingin melanjutkan Pendidikan S1 di IKJ dengan program studi DKV-Multimedia. Selain membuat animasi, hobi saya bermusik. Dengan mendengarkan musik saya mendapatkan ide-ide baru yang bisa dituangkan menjadi gagasan didalam desain multimedia.