Lima Sekawan: Di Pulau Seram karya Enid Blyton adalah salah satu novel klasik seri cerita anak-anak yang cukup terkenal semenjak tahun 1942 hingga sekarang dan sudah melalui 27 kali cetak ulang dengan perubahan terjadi pada cover dan desain karakternya. Hingga saat ini buku ilustrasi secara penuh Lima Sekawan belum pernah dicetak dan diterbitkan dikarenakan pada novelnya terdapat beberapa ilustrasi yang menggambarkan karakter dan gambar tertentu saja, tapi tidak dengan keseluruhan momen cerita dan juga dengan semakin berkurangnya minat membaca anak-anak terhadap novel klasik sehingga belum ada adaptasi bentuk ilustrasi penuh terhadap novel Lima Sekawan. Saat ini, karena perkembangan teknologi yang mengakibatkan anak-anak lebih sering membuka media sosial, bermain game semakin mengurangi minat membaca terhadap novel klasik ditambah kurangnya visualisasi ilustrasi pada media penyampaian cerita. Oleh karena fenomena tersebut, melalui metode observasi, data pustaka, dan survei data angket, penulis dapat membentuk landasan teori dan melakukan perancangan buku ilustrasi Lima Sekawan: Di Pulau Seram. Buku ilustrasi dipilih karena dapat memberi visualisasi lebih baik saat membaca novel klasik, memberikan informasi dan daya tarik mengenai karakter, environment, dan event cerita Lima Sekawan yang berletak di Inggris.
Priscilla Siahaan (lahir 15 Mei 1999) adalah seorang ilustrator yang sedang menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta. Maniak Genshin Impact, Mcd dan juga kolektor buku novel Lima Sekawan. Terinpirasi membuat TA ini karena terpesona akan buku ilustrasi Harry Potter yang diilustrasikan secara indah oleh Jim Kay, berharap setidaknya bisa memberikan visual terbaik bagi anak-anak zaman sekarang. Belum seterkenal Enid Blyton tapi mungkin suatu saat nanti bisa banyak berkontribusi bagi dunia seni seperti Enid pada bidang sastra.