Shoegaze adalah sub-genre dari indie dan rock alternatif yang muncul di Inggris pada akhir 1980-an. Musik bergenre ini ditandai dengan campuran vokal yang terdengar halus, efek distorsi gitar yang nyaring dan mengawang, juga tempo lagu yang lambat. Musik shoegaze juga dikenal sebagai musik alam bawah sadar bagi para pendengarnya karena efek suara gitarnya yang berlapis dan mendengung pada lagunya, sehingga memberikan efek halusinasi bagi yang mendengarkannya. Musik shoegaze pun sempat mati karena dianggap membosankan bagi sebagian orang yang mendengarkan. Namun kini kembalinya musik shoegaze di kancah musik independen (indie) di Indonesia menjadikan suatu fenomena yang sangat dinantikan bagi para pendengar setianya. Berdasarkan fenomena tersebut, hingga kini masih banyak orang yang keliru akan definisi tentang shoegaze itu sendiri baik itu pada era awal kemunculannya hingga saat ini. Oleh sebab itu, pentingnya mengetahui tentang sejarah musik shoegaze ini khususnya bagi para penikmat musik indie di tanah air. Melalui metode observasi, studi pustaka, dan wawancara kepada para ahli, penulis menciptakan gambaran visual melalui teknik Motion Graphic ilustrasi yang bercerita tentang sejarah awal terciptanya genre musik shoegaze ini hingga akhirnya masuk ke Indonesia dan meluas sampai sekarang. Kenapa bisa dinamakan shoegaze? Seperti apakah jenis musik shoegaze itu? Terutama pada kalangan pecinta musik (indie) di ibu kota yang membangkitkan kembali era kejayaan musik bergenre ini pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Motion Graphic ilustrasi dipilih karena akan menampilkan gambar bergerak yang mana akan menambah daya tarik bagi para penikmat musik indie di tanah air khususnya kaum muda saat ini. Selain itu Motion Graphic ilustrasi juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang sangat jelas tentang sejarah musik Shoegaze itu sendiri bagi semua orang yang melihatnya.
Muhammad Andreansyah (Drew) biasa dipanggil lahir di Jakarta, 14 November 1995 adalah mahasiswa lulusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta peminatan Ilustrasi. Ketertarikannya terhadap dunia visual dan juga musik sejak kecil membuatnya tergerak untuk memadukan kedua unsur tersebut menjadi satu kesatuan ke dalam sebuah karya yang nantinya bisa dinikmati oleh banyak orang dan juga bermanfaat bagi khalayak umum terutama di Indonesia. Karena menurutnya kedua unsur tersebut saling berkaitan dan takkan pernah bisa dipisahkan sejak dulu. Konsep ilustrasi bergaya pensil, inking, pop art, punk, seni kolase, dan animasi adalah favoritnya.