Hoaks adalah salah satu masalah yang terjadi di media sosial saat ini. Informasi bohong yang dijual ini menebar fitnah dan menyesatkan banyak orang, sehingga banyak orang yang tertipu dan menyebarkan berita yang ia dapat ke orang-orang yang dikenalnya atau beranda media sosial, sehingga terjadi fitnah, kecurigaan, prasangka buruk, dan konflik. Permasalahan inilah yang mendorong saya untuk membuat kampanye untuk mengantisipasi hoaks yang ada di media sosial. Kampanye yang mengusung nama Valid Verifikasi ini mempunyai tagline “yuk, Validasi dan Verifikasi terlebih dahulu sebelum sharing!”. Tujuan dari kampanye ini adalah agar masyarakat dapat mengantisipasi berita hoaks yang didapati di media sosial.
Perancangan Kampanye Antisipasi Hoaks diharapkan agar masyarakat mendapat informasi untuk mengantisipasi hoaks dan mengetahui perbedaan berita asli dengan yang palsu.
Lahir di Bekasi dan bercita-cita untuk bekerja dalam dunia industri kreatif. Setelah lulus dari Sekolah Menengah ke Atas (SMA), saya melanjutkan pendidikan S-1 di Institut Kesenian Jakarta jurusan Desain Komunikasi Visual, lalu mengambil peminatan Multimedia untuk menambah ilmu dalam dunia animasi, ilustrasi, modelling, dan desain. Sangat menyukai ilustrasi, animasi, fotografi, dan video game.