Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.
Detail Karya:
Judul Karya : “Makhluk Akuatik”
Ukuran Karya : “21×32”
Media : “Monotype,drawing diatas kertas”
Tahun Pembuatan : “2020”
Konsep Karya:
“Tanpa sadar manusia hidup berdampingan dengan bakteri, salah satunya mereka hidup di sumber kehidupan kita yang paling utama yaitu air. Namun sikap manusia yang kontradiksi terhadap air yang awalnya menghidupi justru di’bunuh’ oleh manusia itu sendiri lewat tingkah laku mereka yang mengotori sumber kehidupan ini membuat manusia sering berjumpa dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Jikasaja manusia tidak mengotori air maka bakteri pun bisa berdamai hidup berdampingan dengan manusia.”
"Pemuda asal jakarta yang pernah menempuh pendidikan singkat desain ini dan mempunyai bagasi pengalaman belajar mengenai sains. Ia kembali melihat dan menjadikan hal tersebut untuk menciptakan landasan akan pola kerja eksperimen dan eksploratif terhadap karyanya. Dalam pengkaryaanya pendekatan saintifik dimasukkannya untuk menyampaikan pesan visual yang dieksplorasi melalui eksplorasi pragmatis terhadap mediumnya. Bayangannya terhadap bagaimana jika makhluk hidup tak kasat mata bisa ber hibrida dijadikan sebagai pintu gerbang masuk kedalam dunia mikroskopis yang sebenarnya beriringan hidup bersama manusia, berkolektif, bahkan lebih kuat dan tak kasat mata.