Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.
Detail Karya:
Judul karya : Lain yang tak terlihat
Ukuran karya : A3
Media karya : digital
Tahun Pembuatan : 2021
Manusia sering melakukan kerusakan pada alam sekitar, sperti mencabut tumbuhan yang seharusnya di rawat, sering kali pandangan manusia ‘tertutup’ oleh keindahan alam lain sehingga dengan gelap mata melakukan kerusakan pada tumbuhan. Saya merepresentasikan ide ini dengan illustrasi tersebut. Penggunaan tone yang gelap membuat objek yang terang mendapatkan perhatian pertama, kemudian baru melihat ke bagian bawah, terlihat kerusakan alam singkat yang sering kali kita tak sadari. Pandangan kita juga sering kali ‘tertutupi’ oleh sesuatu yang indah, yang ingin kita lihat, sehingga membutakan mata pada sesuatu yang sebenarnya terjadi.
Saya lahir di depok pada tanggal 23 februari 2002. Sedari kecil memang sudah suka menggambar, dari mulai menggambar hewan, tumbuhan, manusia. Tapi baru mulai serius menggambar sehak smp. Saya melanjutkan sekolah ke sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bandung. Disana saya mulai serius menggambar dan mempelajari desain. Saya melanjutkan perkuliahan di Instuitut Kesenian Jakarta hingga saat ini.