Muhammad Yusya

NIM : -
Karya Non Akademik | Seni Murni

“Dhara”


Detail Karya:

Kurator I:
Marisillam Sun Lukas
Kurator II:
Muhammad Khrisna D.P.
Diskripsi Karya

Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan.  Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.

 


 

Detail Karya:

Judul Karya                             : “Dhara”

Media Karya                           : Watercolor on paper

Ukuran Karya                         : 30cm x 40cm

Tahun Pembuatan                   : 2021

 


 

Konsep Karya:

Sering kali manusia itu tidak sadar, akan suatu hal yang paling dekat dengan mereka. Suatu yang mereka pijak, suatu yang bahkan hidup dan matinya manusia jasad mereka akan kembali padanya. BUMI ! yang paling dekat dengan kita namun paling sering kita sakiti dengan tanpa sadarnya kita.

Tak bisakah kita memperlakukan Bumi ini sebagaimana insan yang paling dekat dengan kehidupan pribadi kita? Disayangi, dirawat, dijaga tanpa disakiti. Sebagaimana dalam karya perupa, Bumi kita ini perupa anggap sebagai seorang wanita, yang bisa kita sebut sebagai Ibu, Saudari, Kekasih, apapun itu seseorang yang paling dekat dengan kita. Ingat, jika kita menjaga dan mengasihinya maka yang akan kita dapat adalah sebuah kenyamanan dan ketentraman. Namun jika kita memperlakukannya dengan buruk, menyia nyiakannya, bahkan menyakiti… maka Bumi ini akan lebih menyakiti kita.

Dalam karya ini perupa memberi judul “Dhara” yang mana dalam bahasa Sansekerta berarti Bumi. Yang juga sering kali dipergunakan sebagai nama anak perempuan bukan.

Visual karya wanita pada karya perupa merupakan metafora dari Bumi kita, Dhara kita, yang telah kita sakiti dengan tanpa sadar selalu memberikan sampah padanya, selalu kita perlakukan buruk dengan cara mengabaikannya. Ingat, sampah yang yang terus bertumpuk akan merusak lingkungan, membuat udara menjadi tidak sehat, menimbulkan penyakit, bahkan mengancam keberlangsungan hidup makhluk di sekitarnya.

Katalog Pameran: Caraka Bumi

Bagikan Karya Seni Ini: