Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.
Detail Karya:
Judul : Fragile Tellus
Ukuran : 3720 x 3000 pixel
Media Karya : Illustrasi Digital (IbisPaintX)
Tahun Pembuatan : 2021
Konsep Karya:
Fragile Tellus, ilustrasi yang menceritakan keindahan bumi dari objek dewi mitologi yunani “Gaia” atau dikenal sebagai Tellus. Dewi Gaia/Tellus yang seakan akan melindungi harapan Terakhir (bintang) bumi ditengah kegelapan(keserakahan manusia). Yang mengakibatkan bumi menjadi rapuh ( terlihat pada wajah dewi tersebut). Harapan terakhir yang dimaksud adalah bintang dan tunas baru(melahirkan generasi baru) yang akan menjaga bumi dari generasi lama(perusak).
Detail konsep :
Tone Warna : Dingin = sedih
Patung Dewi Gaia/Tellus : Bumi
Tunas : generasi baru
Retak : Visualisasi kerusakan yang diakibatkan manusia pada wajah sang dewi (wajah = keindahan bumi)
Bintang : Harapan
Batu, Air, & Pohon : Pelengkap visualisasi bumi