Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.
Detail Karya:
Judul karya : DIMANA RUMAHKU?
Ukuran : 29,7X21,0 cm (A4)
Media : Kertas gambar, Crayon
Tahun Pembuatan : 2020
Karya ini saya buat ketika berita di sosial media tahun 2020 dimana hutan adat dibabat secara besar besaran di kalimantan dan papua,dimana ketika saya membaca komentar dari beberapa orang di postingan tersebut kebanyakan mempertanyakan masyarakat adat yang tinggal di sana mau di tempatkan dimana?dan dari beberapa orang yang berkomentar di postingan tersebut tidak ada yang bertanya “lalu hewan endemik dari hutan tersebut apakah di berikan rumah tinggal?”lalu jika iya timbul pertanyaan pada dalam diri saya sendiri apakah harus di kebun binatang?,apakah nanti anak dan cucu saya harus melihat binatang binatang liar ini tersiksa dan tidak bebas bergerak dengan leluasa(bebas)?apakah binatang endemik ini bisa bertahan di suatu wilayah yang baru dan dengan ekosistemnya pasti berbeda dari tempat sebelumnya yaitu hutan?