Karya ini masuk kedalam pameran “Caraka Bumi” yang merupakan pameran mahasiswa Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta untuk turut dalam peringatan Hari Bumi sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya 22 April. Karya-karya yang hadir dalam pameran ini menunjukkan rasa apresiasi perupa terhadap keindahan lingkungan, serta karya yang menunjukkan masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Caraka, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pembawa pesan. Dalam pameran ini, perupa hadir sebagai pembawa pesan yang berupa karyanya.
Detail Karya:
Judul Karya : Imbalance
Ukuran : A4
Media : Cat air, cat poster, dan tinta dengan dip pen di atas kertas cat air
Tahun Pembuatan : 2021
Dua naga yang mewakilkan pertarungan kedua pihak; Alam dan Manusia (dengan teknologi yang dibuatnya), tidak ada yang salah dan benar, atau baik dan jahat, yang ada hanyalah kedua pihak yang berusaha hidup berdampingan. Pihak Buatan mengambil sumber daya dari pihak Alam, menyebabkan Alam, secara harfiah dan simbolis, terluka dan berdarah, terusak dan semakin lama semakin sekarat. Tubuh mereka yang saling terlilit menggambarkan Alam dan Manusia yang keduanya sama-sama berusaha hidup dan dalam berbagai hal, tergantung satu sama lain.
Konsep Lanjutan :
Manusia yang mengambil sumber daya berlebih dari Alam. Sisik hijau melambangkan hutan dan isinya, sementara luka yang mulai merambah dan berwarna kekuningan melambangkan menyusutnya hutan-hutan di dunia, baik oleh penebangan untuk sumber daya dan pembukaan hutan untuk tempat tinggal dan perumahan. Mata kedua pihak yang sama menggambarkan bahwa Alam dan Manusia pada dasarnya adalah satu dan tidak terpisah. Pihak Manusia, dengan perkotaan dan teknologinya. Lingkaran dengan relief bunga menggambarkan kehidupan tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Kain dengan ujung emas adalah penggambaran industri bulu, yang seringkali diambil secara berlebiha, menyebabkan terancam punahnya banyak spesies dan juga kerusakan habitat spesies tersebut. Kalung dengan relief daun-daunan menggambarkan warna hijau yang mulai memudar, usaha manusia untuk memulihkan alam, rasa kagum manusia yang mendasar akan alam, dan pengingat bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa alam.
Nata (lahir Desember 2000) adalah seorang penggambar berdomisili Jakarta. Dia sejak kecil terkagum-kagum pada misteri dunia dan sering membaca tentang teori konspirasi, cryptid, dan makhluk-makhluk mitologi terutama naga. Selain sibuk kuliah dan merawat keduabelas tarantulanya, Nata sedang mengeksplorasi transformasi hewan-hewan mitologi dalam dua dimensi dengan motif yang terinspirasi dari corak tradisional Indonesia. Cita-citanya adalah bisa meriset dan menelusuri mitologi naga dari seluruh Indonesia.