Pakaian menjadi objek bagi individu untuk mengekspresikan diri di lingkungan sosialnnya. Keduanya memiliki memiliki kedekatan yang erat. Kedekatan antara pakaian dengan pemiliknya ditandai dengan pemakaian yang berulang sampai dengan batas waktu tertentu (terputus), yaitu; ketika sudah terlihat usang termakan usia, detail dari pakaian hilang atau rusak, tidak lagi pas badan, desainnya dianggap sudah tidak sesuai dengan trend, atau tersisih oleh banyaknya pilihan pakaian baru. Namun, ketika pakaian-pakaian tersebut memiliki ikatan personal dengan pemiliknya, akan tetap disimpan meski tidak lagi dipakai.
Putusnya Ikatan personal antara pakaian dan pemiliknya menginspirasi saya agar selalu berkarya. Melalui karya fashion “Un-Decayed” Saya ingin menghubungkan kembali ikatan antara pakaian dengan pemiliknya, memberi nilai baru secara fungsi dan desain. Menggunakan metode berkarya di Tugas Akhir PascasarjanaIKJ, pengolahan pakaian bekas dari pedagang kaki lima Meester Cornelis sebagai bahan dasar berkarya, mengacu pada pendekatan Sustainable Fashion menggunakan teknik upcycling dan Zero waste.
Karya fashion yang akan dipamerkan terdiri dari 2 karya Tugas Akhir dan 2 karya fashion lanjutan yang sudah jadi. Rencananya ke-4 karya fashion akan di display dengan manekin/ digantung. Jika memungkinkan dalam area display 1mx3m terdapat audio visual.