Masyarakat asal Sindang Laut (Cirebon) telah berada di Jakarta sejak 1802, sebagai penggali tanah di jalanan. Profesi meraka bagaikan mesin yang tidak pernah berhenti dan terus berputar walau tergilas zaman. Perkembangan teknologi pun tak menyurutkan semangat mereka dalam mencari penghidupan. Kisah hidup mereka menjadi sebuah gagasan dalam menggambarkan mengenai nilai-nilai hidup yang sesungguhnya. Pemaknaan atas kisah hidup tersebut diungkapkan esensinya melalui karya kinetic sebagai bahasa rupa yg artistik.