Jakarta, tidak dipungkiri menjadi medan magnet yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Melalui karya bertajuk “Masyarakat Urban Jakarta dalam Metafora Semut” ditampilkan sebuah benang merah antara kehidupan masyarakat urban dan kehidupan koloni semut. Berpijak dari suatu asumsi bahwa terdapat keterkaitan yang kuat dalam sebuah konteks yang mampu menghasilkan sejumlah implikasi kontekstual.
Karya ini menjabarkan mengenai konteks yang ditemukan dalam kehidupan masyarakat urban perkotaan. Kehidupan koloni semut menentukan relevansi bahwa asumsi yang diputuskan memberikan ruang untuk mengutarakan isi pikiran dan perasaan dalam proses berkarya. Hal ini yang membentuk asumsi pemikiran metafora dari kehidupan masyarakat urban perkotaan dan kehidupan koloni semut.
