Sulam sebagai media berkarya yang umumnya menggunakan benang dan kain pada proses pembuatannya. Pada prosesnya menyulam bukan lagi sebagai media berkarya, akan tetapi ketika karya disampaikan kepublik melalui sosial media, ada fungsi lain yaitu sebagai media berinteraksi. Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat pandemi juga terjadi perpindahan ruang nyata menjadi virtual, hal ini menyatakan bahwa interaksi dengan karya tidak harus datang kegaleri pada saat pameran, namun bisa melalui gawai.
Dan seperti yang diketahui bahwa menyulam bukan proses yang mudah dan cepat, ada 2 sisi dalam menyulam yaitu sisi visual yang bagus dan juga sisi belakang yang mana banyak sisa benang yang tidak rapi. Kedua sisi ini akan ditampilkan menjadi kolase sulaman dan disusun menjadi media 1×1 Meter.