Setiap manusia dilahirkan berbeda, kita hidup di bumi yang satu sama lain memiliki perbedaan, mulai kulit, bahasa dan lainnya. Namun hadirnya perbedaan justru dijadikan senjata untuk mengolok atau menyerang orang lain atau kelompok lain. Hal ini mengakibatkan kehidupan sosial manusia menjadi rusak dan menegang.
Rasisme adalah sebuah doktrin atau kepercayaan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis ras orang orang tertentu menentukan status sosialnya serta pencapaiannya. Rasis kerap kali menjadi senjata untuk menyerang orang, menjadi permasalahan utama dalam sebuah problem sosial, kurangnya kesadaran akan sosial menjadi dasar dari permasalahan rasisme, maka mindset anak muda akan rusak karena pendahulunya sudah salah, kurangnya edukasi dan contoh yang baik untuk ditiru Diperlukan sebuah terobosan edukasi yang kreatif untuk masuk dalam skena atau pola pikir anak muda demi memperbaiki mental dan menjadi penengah di tengah permasalahan rasisme.
Dalam perancangan karya ini penulis meneliti dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti mengumpulkan data dengan cara observasi dan kuesioner. Cara ini dipilih karena merupakan cara yang cukup akurat untuk kasus rasisme. Dengan perancangan ini diharapkan dapat mengedukasi Pemuda untuk peduli sosial, mengurangi kesalah pahaman sosial, mengajak animator ntuk membuat karya idealis tetapi tetap sosialis, mengajak para pelaku sosial yang kurang perduli lingkungan, untuk menumbuhkan kepekaan terhadap bahaya dari rasisme agar terwujud keseimbangan dalam kehidupan sehari-sehari.
Media Utama:
Evan Farel kerap disapa Edo atau Evan memiliki ketertarikan lebih kepada seni rupa, sejak Taman Kanak-Kanak Evan sudah menunjukan ketertarikannya dengan banyak menggambar di dinding kamar dan banyak meniru gambar gambar yang ada di hadapannya. Kemudian tumbuh dewasa dan memutuskan berkuliah di Institut Kesenian Jakarta dengan memilih program studi DKV demi memfasilitasi ketertarikannya kepada seni rupa.