Lingkaran berdiameter 120 cm dengan ketebalan 15 cm, menampilkan komposisi abstrak dari cat akrilik, coretan spontan, dan tempelan kuas patah. Bentuk lingkaran menjadi simbol keabadian dan keseimbangan, sedangkan sepasang sayap biru melambangkan kebebasan dan pencerahan batin. Melalui tekstur yang berlapis dan gestur yang ekspresif, karya ini mengajak penonton menembus batas persepsi visual menuju pengalaman yang lebih intuitif dan spiritual.
Transenden Biru menjadi ruang renungan tentang bagaimana luka, keberanian, dan intuisi dapat menyatu, melampaui pandangan kaku menuju kesadaran yang lebih luas dan dalam.