Dr. Anna Sungkar, M.Sn. | Dr. Citra Smara Dewi, S.Sn., M.Si. | Dr. MD Imran Hossen
Dalam era visual yang syarat mediasi, persepsi tidak lagi menjadi pengalaman yang murni dan langsung. Dunia yang kita tangkap melalui panca indera telah dipengaruhi oleh teknologi, budaya, dan konstruksi nilai yang membentuk cara kita melihat dan memahami realitas. Melalui pameran Beyond Classroom, para dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain-Institut Kesenian Jakarta mengundang kita untuk meninjau ulang batas-batas persepsi tersebut—untuk melihat, merasakan, dan berpikir melampaui apa yang tampak. Pameran ini menghadirkan kolaborasi lintas program studi—Seni Rupa Murni, Desain Komunikasi Visual, Kriya Seni, Desain Interior, dan Desain Produk Mode dan Busana—yang masing-masing membawa cara pandang dan medium berbeda.
Keberagaman ini menciptakan medan eksplorasi visual yang kaya; dari karya dua dimensi, tiga dimensi hingga karya instalasi, dari material tekstil hingga performativitas tubuh. Semua berangkat dari satu gagasan bersama—bahwa seni dapat menjadi jendela untuk menemukan kemungkinan baru dalam memaknai pengalaman manusia.
Memasuki usia IKJ ke-56 pada tahun 2026, Pameran Internasional bertajuk Urban Art Expression (UAE) merupakan bukti resiliensi FSRD IKJ ditengah derasnya persaingan dalam dunia Pendidikan Seni di tanah air. Karya-karya yang ditampilkan menjadi perpanjangan legasi FRSD IKJ yang terus dijaga dan ditingkatkan dari satu masa ke masa berikutnya. Pameran internasional ini menjadi pijakan yang sangat penting dan strategis, karena sejalan dengan arah kebijakan Kemendiktisaintek RI dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan riset berbasis kekaryaan dan karya inovasi berstandar global, serta peningkatan pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi. Melalui jejaring global ini, pameran pengajar FSRD IKJ tidak hanya memperluas jangkauan wacana seni urban ke panggung dunia, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan, memperkuat reputasi akademis, serta membuktikan bahwa karya seni berbasis riset dari Indonesia mampu memberi kontribusi aktif dalam dialog budaya internasional.
Peran kurator dalam pameran ini bukan untuk menyeleksi, melainkan merangkai gagasan. Setiap peserta
diberi ruang penuh untuk menafsirkan tema secara bebas dan bertanggung jawab. Beyond Classroom adalah ruang dialog, dimana karya-karya berdiri sejajar, saling menantang, dan saling memperkaya. Ia mengajak kita untuk sejenak melampaui pandangan yang sudah mapan—menemukan kembali sensasi, intuisi, dan kesadaran yang tersembunyi di balik persepsi itu sendiri. Selamat berpameran.