Saat ini maraknya bisnis kuliner di kota Jakarta menghasilkan berbagai macam limbah organik. Kurangnya pemanfaatan limbah usaha kuliner mengakibatkan menumpuknya jumlah sampah organik. Selain dengan cara dikompos, material organik masih dapat diekstraksi sehingga menghasilkan zat warna alam. Zat warna alam adalah zat warna yang diperoleh dari alam atau tumbuh-tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung. Zat warna terdapat pada bagian tumbuh-tumbuhan seperti daun, batang, kulit batang, bunga, buah, akar dengan kadar dan jenis colouring matter yang bervariasi.
Gagasan Khusus pada penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi pemanfaatan limbah usaha kuliner menjadi pewarna tekstil, bagaimana hasil warna yang muncul dan menguji kualitas dan daya tahan pewarna pada tekstil. Sampel penelitian ini adalah limbah usaha kuliner dari kedai Warpopski dan Toko Kopi Tuku.
Karya tulis ini dibuat sebagai pengantar karya tugas akhir tentang pemanfaatan limbah usaha kuliner sebagai pewarna tekstil ramah lingkungan melalu metode eksplorasi warna pada tekstil. Dengan material utama limbah usaha kuliner, penciptaan karya seni untuk produk tekstil ini memiliki nilai estetik dan daya jual. Karya ini dibuat demi keberlangsungan hubungan manusia dan alam, serta pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana.